Pages

Selasa, 18 Desember 2012

mekanisme DEBET KREDIT

D. MEKANISME DEBIT KREDIT
1. SIFAT AKUN NERACA
     Sifat aku neraca  erat hubunganya dengan posisi akun yg bersangkutan dalam neraca artinya disisi mana suatu akun disajikan dalam neraca, disisi debet atau disisi kredit. Sebagai ilustrasi pembelian tunai perlengkapan kantor sebesar Rp. 500.000,00. Pengaruh transaksi tersebut  mengakibatkan penambahan aktiva(perlengkapan kantor) dan pengurangan aktiva(kas).
Dalam buku besar tampak sbb:
           
KAS

PERLENGKAPAN KANTOR

500,000
500,000




                                     
Posisi akun-akun kewajiban dan ekuitas nerca berada disisi kredit.ilustrasi : pembelian peralatan kantor  secara kredit sebesar Rp. 8.000.000,00. Pengaruh transaksi tersebut menambah aktiva dan menambah kewajiban. Dalam buku besar tampak sbb:
PERALATAN KANTOR
HUTANG USAHA

8,000,000


8,000,000




Jika perusahaan membayar hutang sebesar Rp.6000.000,00.transaksi tersebut  mengakibatkan pengurangan kas dan pengurangan hutang. Dalam buku besar tampak sbb:
                                               KAS
HUTANG USAHA

6,000,000
6,000,000





           
Sifat akun ekuitas sama dengan sifat akun kewajiban.penambahan ekuitas disisi kredit dan pengurangan ekuitas disisi debet. Ilustrasi : transaksi penerimaan  uang tunai  dari Ana sebagai setoran modal sebesar Rp. 40.000.000,00. Dalam buku besar tampak sebagai berikut :

KAS
MODAL

40,000,000


40,000,000





2. SIFAT AKUN PENGHASIALAN DAN BEBAN
 Ilustrasi : perusahaan jasa periklanan menyerahkan papan iklan kepada pemesan  Rp. 10.000.000,00, pembayaran diterima secara tunai. Dalam buku besar tampak sbb:
KAS
PENDAPATAN JASA

10,000,000


10,000,000





Ilustrasi : transaksi pembayaran gaji karyawan sebesar Rp.15.000.000,00. Dalam buku besar tampak sbb:
KAS
BEBAN GAJI


15,000,000
15,000,000





Dari uraian di atas dapat disimpulakan sifat akun buku besar sbb :
No.
Akun
Perubahan
Saldo
Bertambah
Berkurang
1.
AKTIVA
DEBET
KREDIT
DEBET
2.
KEWAJIBAN
KREDIT
DEBET
KREDIT
3.
EKUITAS
KREDIT
DEBET
KREDIT
4.
PENGHASILAN
KREDIT
DEBET
KREDIT
5.
BEBAN
DEBET
KREDIT
DEBET

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar